Senin, 13 Juni 2011

Bronchitis

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Bronchitis adalah penyakit pernapasan dimana selaput lendir pada saluran-saluran bronchial paru meradang. Ketika selaput yang teriritasi membengkak dan tumbuh lebih tebal, ia menyempitkan atau menutup jalan-jalan udara yang kecil dalam paru-paru, berakibat pada serangan-serangan batuk yang disertai oleh dahak yang tebal dan sesak napas. Penyakit mempunyai dua bentuk: akut (berlangsung kurang dari 6 minggu) dan kronis (kambuh seringkali untuk lebih dari dua tahun). Sebagai tambahan, orang-orang dengan asma juga mengalami peradangan lapisan dari tabung-tabung bronchial yang disebut asthmatic bronchitis.

B.Tujuan

• Mengetahui tentang penyakit Bronchitis
• Mengetahui tentang
penyebab Bronchitis
• Mengetahui gejala sekaligus pencegahannya.

BAB II
PEMBAHASAN


Bronkientasis adalah suatu perusakan dan pelebaran (dilatasi) abnormal dari saluran pernapasan yang besar.
Bronkiektasis bukan merupakan penyakit tunggal, dapat terjadi melalui berbagai cara dan merupakan akibat dari beberapa keadaan yang mengenai dinding bronkial, baik secara langsung maupun tidak, yang mengganggu sistem pertahanannya. Keadaan ini mungkin menyebar luas, atau mungkin muncul di satu atau dua tempat.
Secara khusus, bronkiektasis menyebabkan pembesaran pada bronkus yang berukuran sedang, tetapi bronkus berukuran kecil yang berada dibawahnya sering membentuk jaringan parut dan menyempit. Kadang-kadang bronkiektasis terjadi pada bronkus yang lebih besar, seperti yang terjadi pada aspergilosis bronkopulmoner alergika (suatu keadaan yang disebabkan oleh adanya respon imunologis terhadap jamur Aspergillus).
Dalam keadaan normal, dinding bronkus terbuat dari beberapa lapisan yang ketebalan dan komposisinya bervariasi pada setiap bagian dari saluran pernapasan. Lapisan dalam (mukosa) dan daerah dibawahnya (submukosa) mengandung sel-sel yang melindungi saluran pernapasan dan paru-paru dari zat-zat yang berbahaya. Sel-sel ini terdiri dari:
·         sel penghasil lendir
·         sel bersilia, yang memiliki rambut getar untuk membantu menyapu partikel-partikel dan lendir ke bagian atas atau keluar dari saluran pernapasan
·         sel-sel lainnya yang berperan dalam kekebalan dan sistem pertahanan tubuh, melawan organisme dan zat-zat yang berbahaya lainnya.
Struktur saluran pernapasan dibentuk oleh serat elastis, otot dan lapisan kartilago (tulang rawan), yang memungkinkan bervariasinya diameter saluran pernapasan sesuai kebutuhan. Pembuluh darah dan jaringan limfoid berfungsi sebagai pemberi zat makanan dan sistem pertahanan untuk dinding bronkus.
Pada bronkiektasis, daerah dinding bronkus rusak dan mengalami peradangan kronis, dimana sel bersilia rusak dan pembentukan lendir meningkat. Ketegangan dinding bronkus yang normal juga hilang. Area yang terkena menjadi lebar dan lemas dan membentuk kantung yang menyerupai balon kecil. Penambahan lendir menyebabkan kuman berkembang biak, yang sering menyumbat bronkus dan memicu penumpukan sekresi yang terinfeksi dan kemudian merusak dinding bronkus.
Peradangan dapat meluas ke kantong udara kecil (alveoli) dan menyebabkan bronkopneumonia, jaringan parut dan hilangnya fungsi jaringan paru-paru. Pada kasus yang berat, jaringan parut dan hilangnya pembuluh darah paru-paru dapat melukai jantung.
Peradangan dan peningkatan pembuluh darah pada dinding bronkus juga dapat menyebabkan batuk darah. Penyumbatan pada saluran pernapasan yang rusak dapat menyebabkan rendahnya kadar oksigen dalam darah.
Bronchitis terjadi ketika saluran-saluran udara dalam paru-paru anda meradang dan membuat terlalu banyak lendir. Ada dua tipe dasar dari bronchitis:
·         Bronchitis Akut adalah lebih umum dan biasanya disebabkan oleh infeksi virus. Bronchitis akut mungkin juga disebut chest cold. Episode-episode dari bronchitis akut dapat dihubungkan ke dan dibuat lebih buruk oleh merokok. Tipe bronchitis ini seringkali digambarkan sebagai lebih buruk daripada selesma yang biasa namun tidak seburuk pneumonia.
·         Bronchitis Kronis adalah batuk yang bertahan untuk dua sampai tiga bulan setiap tahun untuk paling sedikit dua tahun. Merokok adalah penyebab yang paling umum dari bronchitis kronis.
PENYEBAB BRONCHITIS
Bronchitis akut umumnya disebabkan oleh infeksi-infeksi paru; kira-kira 90% dari infeksi-infeksi ini berasal dari virus, 10% dari bakteri. Bronchitis kronis mungkin disebabkan oleh satu dari beberapa faktor-faktor. Serangan-serangan yang berulang dari bronchitis akut, yang melemahkan dan mengiritasi saluran-saluran udara bronchial melalui waktu, dapat berakibat pada bronchitis kronis.
Polusi industri adalah tertuduh lainnya. Bronchitis kronis ditemukan dalam angka-angka yang lebih tinggi daripada normal diantara pekerja-pekerja tambang, pedagang-pedagang biji padi-padian, pembuat-pembuat cetakan metal, dan orang-orang lain yang terus menerus terpapar pada debu. Namun penyebab utama adalah merokok sigaret yang berat dan berjangka panjang, yang mengiritasi tabung-tabung bronchial dan menyebabkan mereka menghasilkan lendir yang berlebihan. Gejala-gejala dari bronchitis kronis juga memburuk oleh konsentrasi yang tinggi dari sulfur dioxide dan polutan-polutan lain di atmosfir.           
Bronkitis infeksiosa disebabkan oleh virus, bakteri dan organisme yang menyerupai bakteri (Mycoplasma pneumoniae dan Chlamydia). Serangan bronkitis berulang bisa terjadi pada perokok dan penderita penyakit paru-paru dan saluran pernapasan menahun. Infeksi berulang bisa merupakan akibat dari:
·         Sinusitis kronis
·         Bronkiektasis
·         Alergi
·         Pembesaran amandel dan adenoid pada anak-anak.
Bronkitis iritatif bisa disebabkan oleh:
·         Berbagai jenis debu
·         Asap dari asam kuat, amonia, beberapa pelarut organik, klorin, hidrogen sulfida, sulfur dioksida dan bromin
·         Polusi udara yang menyebabkan iritasi ozon dan nitrogen dioksida
·         Tembakau dan rokok lainnya.
Batuk menahun bisa disebabkan oleh:
1.      Infeksi pernapasan
o    Campak
o    Pertusis
o    Infeksi adenovirus
o    Infeksi bakteri contohnya Klebsiella, Staphylococcus atau Pseudomonas br>- Influenza
o    Tuberkulosa
o    Infeksi jamur
o    Infeksi mikoplasma
2.      Penyumbatan bronkus
o    Benda asing yang terisap
o    Pembesaran kelenjar getah bening
o    Tumor paru
o    Sumbatan oleh lendir
3.      Cedera penghirupan
o    Cedera karena asap, gas atau partikel beracun
o    Menghirup getah lambung dan partikel makanan
4.      Keadaan genetik
o    Fibrosis kistik
o    Diskinesia silia, termasuk sindroma Kartagener
o    Kekurangan alfa-1-antitripsin
5.      Kelainan imunologik
o    Sindroma kekurangan imunoglobulin
o    Disfungsi sel darah putih
o    Kekurangan koplemen
o    Kelainan autoimun atau hiperimun tertentu seperti rematoid artritis, kolitis ulserativa
6.      Keadaan lain
o    Penyalahgunaan obat (misalnya heroin)
o    Infeksi HIV
o    Sindroma Young (azoospermia obstruktif)
o    Sindroma Marfan.

Gejala-Gejala Bronchitis

·         Batuk yang sering dan menghasilkan lendir
·         Kekurangan tenaga
·         Suara mencuit-cuit ketika bernapas, yang mungin atau mungkin tidak hadir
·         Demam, yang mungkin atau mungkin tidak hadir


Pencegahan
Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya bronchitis:
·         Jagalah kebersihan lingkungan, baik di dalam maupun di luar rumah. Hal ini termasuk tidak menumpuk banyak barang di dalam rumah ataupun kamar tidur yang dapat menjadi sarang bertumpuknya debu sebagai rangsangan timbulnya reaksi alergi.Usahakan jangan memelihara binatang di dalam rumah ataupun meletakkan kandang hewan peliharaan di sekitar rumah anda.
·         Kebersihan diri juga harus diperhatikan, untuk menghindari tertumpuknya daki yang dapat pula menjadi sumber rangsangan terjadinya reaksi alergi.Untuk mandi, haruslah menggunakan air hangat seumur hidup, dan usahakan mandi sore sebelum PK.17.00'. Sabun dan shampoo yang digunakan sebaiknya adalah sabun dan shampoo untuk bayi.Dilarang menggunakan cat rambut.
·         Jangan menggunakan pewangi ruangan ataupun parfum, obat-obat anti nyamuk. Jika di rumah anda terdapat banyak nyamuk, gunakanlah raket anti nyamuk.
·         Gunakan kasur atau bantal dari bahan busa, bukan kapuk.
·         Gunakan sprei dari bahan katun dan cucilah minimal seminggu sekali dengan air hangat akan efektif.
·         Hindari menggunakan pakaian dari bahan wool, gunakanlah pakaian dari bahan katun.
·         Pendingin udara (AC) dapat digunakan, tetapi tidak boleh terlalu dingin dan tidak boleh lebih dari PK.24.00'
·         Awasi setiap makanan atau minuman maupun obat-obatan yang menimbulkan reaksi alergi. Hindarilah bahan makanan, minuman, maupun obat-obatan tersebut. Anda harus mematuhi aturan diet alergi anda.
·         temui ahli. Konsultasikan dengan spesialis. Alergi yang muncul membutuhkan perawatan yang berbeda-beda pada masing-masing penderita alergi. Mintalah dokter anda untuk melakukan imunoterapi untuk menurunkan kepekaan anda terhadap bahan-bahan pemicu reaksi alergi, misalnya: dengan melakukan suntikan menggunakan ekstrak debu rumah atau dengan melakukan imunisasi Baccillus Calmette Guirine (BCG) minimal sebanyak 3 kali (1 kali sebulan) berturut-turut,dan diulang setiap 6 bulan sekali.
BAB III
PENUTUP
1.               Kesimpulan
Bronchitis adalah penyakit pernapasan dimana selaput lendir pada saluran-saluran bronchial paru meradang. Ketika selaput yang teriritasi membengkak dan tumbuh lebih tebal, ia menyempitkan atau menutup jalan-jalan udara yang kecil dalam paru-paru, berakibat pada serangan-serangan batuk yang disertai oleh dahak yang tebal dan sesak napas. Penyakit mempunyai dua bentuk: akut (berlangsung kurang dari 6 minggu) dan kronis (kambuh seringkali untuk lebih dari dua tahun). Sebagai tambahan, orang-orang dengan asma juga mengalami peradangan lapisan dari tabung-tabung bronchial yang disebut asthmatic bronchitis.
    
       Seorang perokok dan mendapat bronchitis akut, akan lebih sulit untuk sembuh. Bahkan satu isapan pada rokok adalah cukup untuk menyebabkan kelumpuhan sementara dari struktur-struktur yang seperti rambut halus dalam paru-par, yang disebut cilia. Yang bertanggung jawab untuk menyikat keluar puing-puing, iritan-iritan, dan lendir yang berlebihan.
2.                                          Saran
Bronchitis sangat umum diantara keduanya anak-anak dan kaum dewasa. Kekacauan sering dapat dirawat secara efektif tanpa bantuan medis dokter. Bagaimanapun, jika anda mempunyai gejala-gejala yang berat/parah atau gigih atau jika anda membatukan darah, anda harus mengunjungi dokter anda. Jika anda menderita dari bronchitis kronis, anda berisiko mengembangkan persoalan-persoalan kardiovaskular serta penyakit-penyakit dan infeksi-infeksi paru yang lebih serius, anda harus dimonitor oleh dokter.  Jagalah kesehatan karena kesehatan sangat penting untuk manusia.




DAFTAR PUSTAKA


Penulis : Ajeng Sukma Hati Puspitasari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar